Jumat, 07 Oktober 2016

ANALISA TREN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNIT USAHA SYARIAH PT. AIA (AMERICAN INSURANCE ADMINISTRATORS) FINANCIAL


ANALISA TREN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNIT USAHA SYARIAH PT. AIA (AMERICAN INSURANCE ADMINISTRATORS) FINANCIAL

Disusun Untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester Mata Kuliah
Analisis Laporan Keuangan Islam
                                                                                




                                  


Dosen Pengampu:
Ilham Wahyudi, MEI

Disusun Oleh:
Indah Fatin Sholihati
NIM : C94213179


PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2016


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
            Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Analisis Laporan Keuangan Islam dengan judul  “Analisa Tren Atas Laporan Keuangan Unit Usaha Syariah PT. AIA (American Insurance Administrators) Financial” ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. yang telah menunjukkan kita dari zaman kegelapan menuju jalan terang benderang.
            Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Ilham Wahyudi, MEI., selaku dosen pengampu mata kuliah Analisis Laporan Keuangan Islam yang telah membimbing kami, serta kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
            Kami menyadari bahwa tugas yang telah kami buat ini belum sempurna. Oleh karena itu, kami meminta maaf jika hasil tugas ini masih banyak kekurangan. Saran dan kritik sangat kami harapkan demi memperbaiki pembahasan makalah ini. Akhirnya, semoga amal baik semua pihak diterima oleh Allah SWT. dan mendapat balasan yang setimpal serta semoga makalah ini bermanfaat bagi diri penyusun dan pembaca, Aamiin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surabaya, 27 Mei 2016

Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................………….. ………… 2
DAFTAR ISI..........................................................................................….. ……….…  3
BAB I   PENDAHULUAN     
A.    Latar Belakang......................................................................... …………..…  4
B.     Rumusan Masalah.................................................................... ………….….  5
C.     Tujuan Penulisan..................................................................... ………….…..  5 
BAB II  PEMBAHASAN
A.      Analisa Tren ............………….…............................................... ………….  6
B.       Manfaat Analisa Tren  ..................................... .............................................. 6
C.       Objek dan Perhitungan Analisa Tren  .............. ............................................. 7
D.      Profil dan Sejarah PT. AIA Financial .............. ............................................. 9
1.      Profil PT. AIA Financial ............................ ............................................. 9
2.      Sejarah PT. AIA Financial ......................... ............................................. 9
E.       Analisa Tren Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial   ..…………..…..…. ..  11
1.      Kinerja Perusahaan Berdasarkan Neraca Bentuk Tren ......................... ..  11
2.      Kinerja Perusahaan Berdasarkan  Laba Rugi Bentuk Tren...................... 13
3.      Hasil Analisa dan Prediksi ......................... ............................................. 15
BAB III PENUTUP
A.      KESIMPULAN ......................................................... ..…………..………..  18
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... ………..  19  




BAB I
PENDAHULUAN

Laporan keuangan merupakan informasi yang dapat membantu para pemakai dalam menilai kinerja perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat seperti penentuan dividen. Pada prinsipnya laporan keuangan merupakan informasi yang dapat membantu investor dan para pelaku pasar modal lainnya dalam mengidentifikasi keadaan suatu perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perhitungan atau analisis yang tepat pada laporan keuangan tersebut sehingga dapat bermanfaat untuk pengambilan keputusan. Pembaca laporan harus mengetahui cara menafsirkan angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara yang logis dan sistematis.
Untuk membantu menafsirkan data bisnis, laporan keuangan biasanya disajikan dalam bentuk komparatif. Laporan keuangan komparatif adalah laporan keuangan yang disajikan berdampingan untuk dua tahun atau lebih. Format tersebut tentunya akan sangat membantu para pemodal dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi perubahan dan tren signifikan. Salah satu alat analisa atas laporan keuangan adalah dengan menggunakan analisa Tren. Walaupun masih jarang digunakan namun teknik ini dapat memberikan gambaran yang lebih detail bagi publik tentang kinerja keuangan suatu perusahaan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan teknik analisa tren dalam membandingkan kinerja Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial dari tahun 2012, 2013, 2014, sampai tahun 2015 agar dapat diketahui kenaikan maupun penurunan kemampuan pengelolaan tiap tahunnya sehingga bisa digunakan untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan datang.
Dalam hal pemilihan jenis unit usaha syariah, penulis memilih untuk melakukan penelitian pada perusahaan publik yang bergerak pada bidang asuransi. . Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan judul “Analisa Tren Atas Laporan Keuangan Unit Usaha Syariah PT. AIA (American Insurance Administrators) Financial” untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan datang.

B.     Rumusan Masalah
1.        Bagaimana kinerja Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial selama kurun waktu 2012 sampai 2015 ?
2.        Bagaimana prediksi kinerja Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial perusahaan di masa yang akan datang ?

C.    Tujuan Penelitian
1.       Untuk mengetahui kinerja Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial selama kurun waktu 2012 sampai 2015.
2.       Untuk mengetahui prediksi kinerja Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial perusahaan di masa yang akan datang.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Analisa Tren
Analisis trends merupakan suatu metode analisis statistika yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang akan datang. Untuk melakukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan berbagai macam informasi (data) yang cukup banyak dan diamati dalam periode waktu yang relatif cukup panjang, sehingga hasil analisis tersebut dapat mengetahui sampai berapa besar fluktuasi yang terjadi dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi terhadap perubahan tersebut.
Tujuan utama dari analisa trend (kecenderungan) adalah untuk mengetahui pola dari masing-masing pos keuangan. Dengan demikian apabila pada tahun tertentu terjadi perusakan pola, kita dapat mengetahuinya dengan cepat dan dapat mencari penjelasannya. Pola ini juga dapat menunjukkan kepada kita kira-kira akan kemana arah perkembangan bisnis yang sedang dianalisa. Misalnya, selama lima tahun berturut-turut pola laba bersih menunjukkan kecenderungan menurun sedangkan kecenderungan penjualan adalah meningkat. Hal ini tentunya menunjukkan indikasi yang kurang baik.
Menurut Harahap (1998:249), analisis trend bertujuan untuk mengetahui tendensi atau kecenderungan keadaan keuangan suatu perusahaan di masa yang akan datang baik kecenderungan akan naik, turun maupun tetap.[1] Teknik analisis ini biasanya digunakan untuk menganalisis laporan keuangan yang meliputi minimal 3 periode atau lebih. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan perusahaan melalui rentang perjalanan waktu yang sudah lalu dan memproyeksi situasi masa itu ke masa berikutnya.

B.     Manfaat Analisa Tren
Penghitungan analisa tren  bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda bagi pemakai laporan keuangan. Beberapa pemakai yang membutuhkan laporan keuangan tersebut antara lain investor, pemberi pinjaman (kreditur), dan manajemen.
1.        Investor
Mereka membutuhkan informasi yang akurat mengenai aktivitas maupun posisi keuangan perusahaan, apakah pada masa mendatang menghasilkan laba atau sebaliknya,
2.        Pemberi pinjaman
Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi yang disediakan oleh perusahaan khususnya keuangan, yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah dana yang tertanam di dalam perusahaan dapat dibayarkan kembali tepat waktu oleh perusahaan.
3.        Manajemen
Manajemen dapat terbantu dalam hal tanggung jawab, perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisa.
Analisa tren ini bermanfaat untuk menilai situasi “tren” perusahaan yang telah lalu serta dapat memprediksi tren perusahaan di masa yang akan datang berdasarkan garis tren yang sudah terjadi itu.[i]

C.    Objek dan Perhitungan Analisa Tren
Analisis tren dilakukan untuk melihat struktur keuangan baik dari daftar Neraca dan Laba rugi. Untuk melihat struktur keuangan ini maka laporan keuangan dikonversikan ke bentuk persentase dengan mengaitkan dengan pos penting. Pos penting itu misalnya Penjualan untuk Laba rugi dan pos Total Aktiva untuk Neraca.
Untuk melakukan analisis tren dapat menggunakan 2 metode, yaitu : 1) metode statistik dengan cara menghitung garis tren dari laporan keuangan beberapa periode, 2) menggunakan presentase tren atau angka indeks.[2] Disini, penulis memilih melakukan analisis tren dengan menggunakan metode presentase tren.
Data keuangan yang akan digunakan untuk mengadakan analisa tren dengan persentase adalah data yang paling awal. Kemudian, data tersebut dibandingkan dengan data selanjutnya. Artinya data paling awal dianggap sebagai tahun dasar sebagai awal perhitungan. Data awal tahun yang akan dianalisa kita anggap data normal di antara tahun yang akan dianalisa.[3]
Adapun langkah-langkah untuk melakukan analisis presentase adalah :
1.        Menentukan tahun dasar. Biasanya data atau laporan keuangan dari tahun yang paling awal dalam deretan laporan keuangan yang dianalisa tersebut dianggap sebagai tahun dasar (base year).
2.        Tiap-tiap pos yang terdapat dalam laporan keuangan yang dipilih sebagai tahun dasar diberikan angka indeks 100.
3.        Menghitung angka indeks tahun-tahun lainnya dengan menggunakan angka pos laporan keuangan tahun dasar sebagai penyebut.
4.        Memprediksikan kecenderungan yang mungkin bakal terjadi berdasarkan arah dari kcenderungan historis pos laporan keuangan yang dianalisa.
Jadi, dalam analisa trend  harus ditentukan tahun dasar sebagai pembanding. Baru kemudian dicari angka indeksnya Rumus untuk mencari angka indeks adalah sebagai berikut:

Untuk analisa perubahan dari tahun ke tahun, biasanya perbandingan laporan keuangan dilakukan dalam periode yang relatif pendek (dua atau tiga tahun) untuk tiap-tiap akun. Analisa perubahan dari tahun ke tahun dapat dinyatakan dalam angka mutlak maupun persentase. Sebagai contoh, jika besarnya saldo kas pada akhir periode pertama dan kedua, berturut-turut adalah Rp 20 juta dan Rp 25 juta, maka besarnya perubahan saldo kas adalah Rp 5 juta atau 25%.
Namun perlu dicatat, jika jumlah negatif muncul di tahun dasar dan jumlah positif di tahun berikutnya, atau sebaliknya, maka kita tidak dapat menghitung besarnya perubahan dalam persentase melainkan hanya dalam angka mutlak. Sebagai contoh, jika besarnya rugi bersih pada periode pertama adalah Rp 50 juta, dan besarnya laba bersih pada periode kedua adalah Rp 15 juta, maka besarnya perubahan dalam angka mutlak adalah Rp 65 juta, tanpa menghitung besarnya perubahan dalam persentase. Demikian pula jika tidak ada jumlah untuk tahun dasar, maka tidak ada perubahan dalam persentase yang dapat dihitung melainkan hanya adalam angka mutlak, yaitu sebesar jumlah yang sama dengan jumlah yang ada di periode kedua. Sebagai contoh, jika besarnya perubahan dalam persentase.
Jika sebuah akun memiliki jumlah pada tahun dan kosong atau nihil di tahun berikutnya, maka penurunannya adalah 100%. Misalnya, jika saldo untuk akun asuransi dibayar di muka pada periode pertama adalah Rp 3 juta, dan besanya saldo untuk akun asuransi dibayar dimuka pada periode kedua adalah nihil, maka besarnya perubahan dalam angka mutlak adalah minus Rp 3 juta, atau minus 100%.[4]

D.    Profil dan Sejarah PT. AIA Financial
1.        Profil PT. AIA FINANCIAL
PT. AIA FINANCIAL merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia dan merupakan perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. AIA di Indonesia merupakan anak perusahaan AIA Group.
AIA menawarkan berbagai produk asuransi, termasuk asuransi dengan prinsip Syariah, yang meliputi asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri, asuransi yang dikaitkan dengan investasi, program kesejahteraan karyawan, program pesangon, dan program Dana Pensiun (DPLK).
Produk-produk tersebut dipasarkan oleh lebih dari 10.000 tenaga penjual berpengalaman dan profesional melalui beragam jalur distribusi seperti Agency, Bancassurance dan Corporate Solutions (Pension & Employee Benefits).
Keunggulan dan kinerja AIA di Indonesia juga dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang diterima di bidang industri asuransi jiwa di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
2.        Sejarah  PT AIA FINANCIAL
Ø  1983 : Dimulai dengan pendirian PT Asuransi Lippo Jiwa Sakti
Ø  1989 : Menjadi PT Asuransi Lippo Life (Lippo Life)
Ø  1998 : Merger dengan Asuransi Jiwa Lippo Utama
Ø  1999 :
1.       Bersinergi dengan PT Pos Indonesia
2.       DPLK Lippo Life menjadi satu-satunya DPLK peraih sertifikat ISO 9001
3.       American International Group, Inc. (AIG) membeli 70 persen saham AJLU dan menjadikannya sebagai perusahaan multinasional dengan nama baru PT Asuransi AIG Lippo Life (AIG LIPPO).
Ø   2004: AIG LIPPO berganti nama menjadi AIG LIFE dengan kepemilikan saham 80 persen milik AIA -American International Assurance (Bermuda).
Ø   2009: PT AIG LIFE berganti nama menjadi PT AIA Financial
AIA Financial memulai kiprahnya pada 28 Mei 1983 dengan berdirinya PT Asuransi Lippo Jiwa Sakti kemudian berubah nama menjadi PT Asuransi Lippo Life (Lippo Life) pada tahun 1989 dan menjadi pelopor bancassurancedi Indonesia.[5]
Tahun 1998 atas persetujuan dewan komisaris, manajemen PT Asuransi Lippo Life memindahkan seluruh portofolio ke PT Asuransi Jiwa Lippo Utama (AJLU) termasuk aset, karyawan, dan pemasar yang berjumlah lebih 1200 orang. Di tahun yang sama mendirikan 6 kantor administrasi atau Regional Service Center, yaitu di Jakarta, Karawaci, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Tanggal 9 September 1999 bersinergi dengan PT Pos Indonesia. Pada tanggal 5 Oktober 1999 DPLK Lippo Life menjadi satu-satunya DPLK peraih sertifikat ISO 9001.  Pada tanggal 14 Desember 1999 American International Group, Inc. (AIG) membeli 70 persen saham AJLU dan menjadikannya sebagai perusahaan multinasional dengan nama baru PT Asuransi AIG Lippo Life (AIG LIPPO). 
Pada 1 September 2000 AIG LIPPO resmi dipimpin Robert W. Bush sebagai CEO & President Director, diikuti perubahan logo dan positioning perusahaan, yaitu for a better life. 
Untuk memperluas penetrasi pasar, pada tanggal 29 Desember 2004 AIG LIPPO berganti nama menjadi AIG LIFE dengan kepemilikan saham 80 persen milik AIA - American International Assurance (Bermuda). 
Pada 1 Juni 2009 PT AIG LIFE berganti nama menjadi PT AIA Financial. AIA Financial adalah anggota dari AIA Group Limited (“AIA Group”). Perubahan nama ini untuk memastikan kesesuaian operasi dan bisnis dengan pemegang saham mayoritas kami, yaitu AIA, di samping untuk lebih fokus dalam memberikan produk dan layanan terbaik kepada masyarakat efektif.
E.     Analisa Trend Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial
Berdasarkan analisis dan metode penellitian yang digunakan, maka data yang diperlukan adalah data laporan keuangan Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial. Laporan keuangan yang digunakan berupa Neraca dan Laporan Laba Rugi. Kemudian akan diolah menjadi suatu laporan keuangan bentuk trend.
1.        Kinerja Perusahaan Berdasarkan Neraca Bentuk Tren
Neraca membantu investor di dalam menilai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Neraca akan mampu memberikan informasi tentang dua hal yaitu likuiditas dan fleksibilitas finansial perusahaan, yang dapat dipakai sebagai dasar untuk membuat estimasi terhadap keadaan finansial di masa yang akan datang. Neraca Bentuk Tren Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial ditampilkan pada tabel 1 dengan menggunakan tahun 2012 sebagai tahun dasar adalah sebagai berikut :
TABEL 1.
Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial
Neraca
Per 31 Desember (2012,2013,2014, dan 2015)
NERACA
PERIODE (dalam jutaan rupiah)
TREND (%)
2012
2013
2014
2015
2012
2013
2014
2015
ASET








Kas dan setara kas
44.300
95.183
177.760
280.472
100
214,86
401,26
633,12
Deposito
75.977
420.500
113.850
816.125
100
553,46
149,85
1074,17
Piutang kontribusi
-
-
-
-
-
-
-
-
Piutang reasuransi
505
668
473
1.428
100
132,28
93,66
282,77
Piutang
a.   Murabahah
b.   Salam
c.   Istishna’
-
-
-
-
-
-
-
-
Investasi pd surat berharga
357.712
365.641
645.849
451.507
100
102,22
180,55
126,22
Investasi pd saham
-
-
-
489.082
-
-
-
Rp 489.082
Pembiayaan
a.  Mudharabah
b.  Musyarakah
-
-
-
-
-
-
-
-
Investasi pada reksadana
335.136
848.109
2.384.083
3.086.977
100
253,06
711,38
921,11
Investasi pada entitas lain
-
-
-
-
-
-
-
-
Tagihan hasil investasi
7.174
10.848
18.964
14.664
100
151,21
264,34
204,40
Properti investasi
-
-
-
-
-
-
-
-
Aset tetap lain
3
2
1
1
100
66,67
33,33
33,33
Aset lain
10.673
4.748
29.593
24.112
100
44,49
277,27
225,92
Jumlah aset
831.480
1.745.699
3.370.573
5.164.388
100
209,95
405,37
621,11
KEWAJIBAN








Penyisihan kontribusi yg belum menjadi hak
2.193
4.708
11.284
18.444
100
214,68
514,55
841,04
Utang klaim
789
2.798
507
794
100
354,63
64,26
100,63
Klaim yg sudah terjadi tetapi belum dilaporkan
734
2.100
5.767
9.220
100
286,10
785,69
1256,13
Bagian peserta atas surplus underwritting Dana Tabarru’ yg masih harus dibayar
-
5.349
-
-
-
100
-
-
Utang reasuransi
1.058
3.989
6.136
8.484
100
377,03
579,96
801,89
Utang dividen








Utang pajak
201
502
571
1.064
100
249,75
284,08
529,35
Utang lain
271.710
406.765
356.155
775.720
100
149,71
131,08
285,50
Jumlah Kewajiban
276.685
426.211
380.420
813.726
100
154,04
137,49
294,10
DANA PESERTA








Liabilitas kpd pemegang unit link syariah
394.692
1.019.904
2.433.385
3.446.806
100
258,41
616,53
873,29
Dana tabarru’
14.325
34.046
64.011
122.876
100
237,67
446,85
857,77
Jumlah Dana Peserta
409.017
1.053.950
2.497.396
3.569.682
100
257,68
610,58
872,75
EKUITAS








Modal disetor
50.000
50.000
50.000
50.000
100
100,00
100,00
100,00
Tambahan modal disetor
-
-
-
-
-
-
-
-
(penurunan)/kenaikan surat berharga
-
-
-
(787)
-
-
-
-787
Saldo laba
95.778
215.538
442.757
731.767
100
225,04
462,27
764,02
Jumlah Ekuitas
145.778
265.538
492.757
780.980
100
182,15
338,02
535,73
Jml kewajiban, dana peserta, dan ekuitas
831.480
1.745.699
3.370.573
5.164.388
100
209,95
405,37
621,11

2.        Kinerja Perusahaaan Berdasarkan Laba Rugi Bentuk Tren
Laporan perhitungan laba rugi adalah suatu laporan atas dasar sukses yang dicapai dan kegagalan yang diderita suatu perusahaan di dalam menjalankan usahanya dalam jangka waktu tertentu. Laporan perhitungan pada hakikatnya menggambarkan dua macam arus yang membentuk laba atau rugi, laba terjadi apabila pendapatan dalam suatu periode melampaui biaya-biaya yang bersangkutan. Sebaliknya kerugian timbul apabila pendapatan dalam suatu periode ternyata lebih kecil dibandingkan dengan biaya-biaya bersangkutan.
Secara umum perhitungan laba rugi menyajikan informasi untuk :
a.         Menilai keberhasilan operasi perusahaan, dan efisiensi manajemen di dalam mengelola kegiatan-kegiatan operasinya
b.         Membuat taksiran jumlahlaba di masa yang akan datang
Berdasarkan pendekatan transaksi isi dari laporan laba rugi dinyatakan matematis dimana laba adalah didapat dari pendapatan dikurangi biaya. Dan Laba Rugi Bentuk Tren Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial ditampilkan pada tabel 2 dengan menggunakan tahun 2012 sebagai tahun dasar adalah sebagai berikut :


TABEL 2
Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial
Laporan Laba / Rugi
Per 31 Desember (2012,2013,2014, dan 2015)

LABA / RUGI
PERIODE (dalam jutaan rupiah)
TREND (%)
2012
2013
2014
2015
2012
2013
2014
2015
PENDAPATAN








Pendapatan pengelolaan operasi asuransi
421.618
708.797
712.206
628.075
100
168,11
168,92
148,97
Pendapatan pengelolaan portofolio investasi dana peserta
5.644
14.647
34.934
59.402
100
259,51
618,96
1052,48
Pendapatan pembagian surplus underwriting
-
1.783
4.403
5.737
 -
Rp 1.783
Rp 4.403
Rp 5.737
(beban)/Pendapatan investasi
14.196
25.856
18.561
(33.756)
100
182,14
130,74
-237,79
Jumlah pendapatan
441.458
751.083
770.104
659.458
100 
170,14
174,45
149,38
BEBAN








Beban komisi/akuisisi
246.418
481.687
404.878
281.489
100
195,48
164,31
114,23
Ujrah dibayar
-
-
-
-
-
-
-
-
Beban umum dan administrasi
67.094
135.397
186.968
225.125
100
201,80
278,67
335,54
Beban pemasaran
24.208
13.696
7.371
6.601
100
56,58
30,45
27,27
Beban usaha lain
-
-
2.386
1.681
-
 -
Rp 2.386
Rp 1.681 
Jumlah beban
337.720
630.780
601.603
514.896

186,78
178,14
152,46
LABA USAHA
-
-
168.501
144.562
-
 -
Rp 168.501
Rp 144.562
Pendapatan (beban) non usaha neto
635
3.277
-
-
100
516,06
-
-
Pendapatan lain
-
-
58.679
144.448
-
 -
Rp 58.679
Rp 144.448
Laba sebelum pajak
104.373
123.580
227.180
289.010
100
118,40
217,66
276,90
Beban pajak
2.642
3.820
-
-
100
144,59
-
-
Laba neto/laba setelah pajak
101.731
119.760
227.180
289.010
100
117,72
223,31
284,09










3.        Hasil Analisa dan Prediksi
Menurut hasil analisis, terdapat beberapa rekening (pos) dalam Neraca bentuk Tren Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial yang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Rekening kas mengalami peningkatan tiap tahunnya. Berdasarkan  hasil tren neraca di atas dapat kita lihat bahwa nilai aset/aktiva mengalami kenaikan terus menerus secara signifikan tiap tahunnya. deposito perusahaan mengalami kenaikan yang sangat tinggi dari tahun 2012 ke tahun 2013 yaitu sebesar 553,46% akan tetapi pada tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 404% dari tahun 2013. Pada tahun 2015 jumlah deposito meroket yaitu  naik sebesar 974,17% kemungkinan jumlah deposit pada tahun  ini untuk meng-cover   ketidakstabilan pd tahun 2014. Sehingga diprediksikan  tren deposito akan naik tiap tahunnya. piutang reasuransi pada tahun 2013 meningkat sebesar 32,28% dan ini termasuk baik , bahkan di tahun 2014 turun drastis sebesar 7% akan tetapi di tahun 2015 piutangnya sangat tinggi, naik sebesar 182,77%. Hal ini disebabkan oleh kurang mampunya perusahaan melakukan penagihan piutang. Investasi pada surat berharga mengalami peningkatan tiap tahunnya. namun pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 54,33% dari tahun 2014.  Investasi pada saham, perusahaan baru mencoba di tahun 2015 dan diprediksikan akan dilanjutkan ke tahun berikutnya karena sebagian besar dana perusahaan disalurkan pada investasi di pasar moda dan perusahaan selalu ingin mencoba jenis investasi baru dan melakukan diversifikasi portofolio, dibuktikan dengan peningkatan pendapatan dari portofolio investasi secara terus-menerus dan peningkatan jumlah tagihan hasil investasi.  Jumlah aset trennya naik dari tahun ke tahun, ini dikarenakan kas,  piutang, dan  tagihan hasil investasi cenderung naik dan jika keadaan ini terus berlanjut maka dapat diprediksikan jumlah aset  pada tahun berikutnya akan mengalami peningkatan.
Dari sisi kewajiban , utang klaim mengalami  kenaikan yang signifikan dari tahun 2012 ke 2013 sebesar 254,63% hal ini membuktikan ketidakprofesionalan perusahaan dalam  memenuhi klaim pemegang polis. Akan tetapi kinerja tersebut dapat diperbaiki di tahun-tahun berikutnya seperti pada tahun 2013 utang klaim turun 35,74%. Walaupun di tahun 2015 mengalami sedikit kenaikan yaitu  0,63%  akan tetapi hal tersebut telah menunjukkan suatu perbaikan. Berangsur-angsur, tren utang klaim akan mengalami penurunan . utang reasuransi mengalami peningkatan tiap tahun . berdasarkan tren yang terjadi dapat diprediksikan  jumlah  kewajiban akan terus meningkat pada tahun berikutnya jika perusahaan tidak mampu  mengendalikan hutangnya.
Pada sisi dana peserta, liabilitas pemegang unit link syariah mengalami kenaikan sangat tajam dari tahun ke tahun. Dana tabarru’ juga naik 2x lipat per tahun. Menunjukkan besarnya kepercayaan para nasabah untuk mengelola dananya di perusahaan Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial. di tahun berikutnya tren dana peserta akan naik.
Pada sisi ekuitas perusahaan menetapkan jumlah modal disetor yaitu sama tiap tahunnya. di tahun 2015 terdapat penurunan surat berharga -787. Akan tetapi saldo laba terus bertambah. Sehingga berdasarkan tren yang terjadi dapat diprediksikan ekuitas akan tetap naik pada tahun berikutnya.
Tidak berbeda dengan neraca bentuk tren, maka pada laba rugi bentuk tren perusahaan mengalami peningkatan laba. Dilihat dari analisa trend laporan laba rugi, Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial  dari tahun 2012-2015 mengalami peningkatan  laba. Walaupun jumlah pendapatan di tahun 2015 mengalami penurunan, akan tetapi dengan pengeluaran beban yang sedikit dari tahun-tahun sebelumnya, masih bisa menaikkan  laba dari tahun 2014. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja manajemen unit usaha syariah telah berhasil dalam  operasionalnya. Kemudian prediksi/estimasi perolehan laba untuk tahun-tahun berikutnya  akan mengalami peningkatan optimal. Hal tersebut bisa dilihat dari laba neto per tahun yang cenderung stabil.
Berdasarkan analisis tersebut dapat diprediksikan berdasarkan tren (kecenderungan) yang terjadi selama 4 (empat) tahun dari tahun 2012 sampai 2015 maka pada tahun berikutnya :
1.      Kas, deposito, piutang, investasi trennya naik
2.      Jumlah aset trennya naik
3.      Utang klaim trennya turun
4.      Penyisihan kontribusi, utang reasuransi trennya naik
5.      Liabilitas dan dana tabarru’ trennya tinggi
6.      Ekuitas trennya juga sangat tinggi
7.      Pendapatan pengelolaan operasi asuransi trennya turun
8.      Pendapatan pengelolaan portofolio trennya naik
9.      Beban komisi dan beban pemasaran trennya turun
10.  Laba trennya akan naik


BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Analisis trend bertujuan untuk mengetahui tendensi atau kecenderungan keadaan keuangan suatu perusahaan di masa yang akan datang baik kecenderungan akan naik, turun maupun tetap.  Manfaat analisa tren bagi investor yaitu untuk  kebutuhan informasi yang akurat mengenai aktivitas maupun posisi keuangan perusahaan, apakah pada masa mendatang menghasilkan laba atau sebaliknya. Bagi Pemberi pinjaman atau kreditur  tertarik dengan informasi yang disediakan oleh perusahaan khususnya keuangan, yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah dana yang tertanam di dalam perusahaan dapat dibayarkan kembali tepat waktu oleh perusahaan. Bagi Manajemen dapat terbantu dalam hal tanggung jawab, perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisa. Analisa tren ini bermanfaat untuk menilai situasi “tren” perusahaan yang telah lalu serta dapat memprediksi tren perusahaan di masa yang akan datang berdasarkan garis tren yang sudah terjadi.
Analisa tren pada neraca dan laba rugi Unit Usaha Syariah PT. AIA Financial mengalami kenaikan dan dapat diprediksikan jumlah pendapatan di akhir tahun 2016 akan mengalami peningkatan jika pihak manajemen dapat mempertahankan tingkat kemampuan tahun ini.


DAFTAR PUSTAKA

Hery. Analisa Laporan Keuangan. 2012. Jakarta : PT Bumi Aksara.
KasmirAnalisa Laporan Keuangan2012. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Harahap, Sofyan Syafri. Teori Akuntansi Laporan Keuangan. 1998. Jakarta: Bumi Aksara.
Wijaya, Andriyanto. “Perbandingan Analisis Tren Laporan Keuangan untuk Memprediksikan Kinerja Perusahaan di Masa yang Akan Datang”. Skripsi—Universitas Widyatama, Bandung, 2006.
www.aia-financial.co.id


[1] Andriyanto Wijaya, “Perbandingan Analisis Tren Laporan Keuangan untuk Memprediksikan Kinerja Perusahaan di Masa yang Akan Datang” (Skripsi—Universitas Widyatama, Bandung, 2006), 25.
[2] Sofyan Syafri Harahap, Teori Akuntansi Laporan Keuangan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1998), 249.
[3] Kasmir, Analisa Laporan Keuangan, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2012), 83.
[4] Hery, Analisa Laporan Keuangan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2012), 18.
[5] www.aia-fiinancial.co.id




1 komentar: